Minggu, 01 Juli 2012

Pompa Air Tipe Aksial Poros Tegak Dengan Kapasitas Besar

http://eproduk.litbang.deptan.go.id/product.php?id_product=100

 

 Rp. 6.000.000,00 /unit  
1 unit terdiri atas pompa air + Motor Bakar Premium 

Spesifikasi :
  • Panjang: 1320 mm
  • Lebar : 370 mm
  • Tinggi : 640 mm
  • Model : PAT-Ø4”-Balitseral
  • Kapasitas : 3,91-10,00 liter/detik pada kedalaman air < 4 meter
  • Motor Pengerak : 5,5 HP1 unit terdiri atas pompa air + Motor Bakar Premium

Perangkat Uji Tanah Kering







Perangkat Uji Tanah Kering (PUTK)adalah suatu alat untuk analisis kadar hara tanah lahan kering, yang dapat digunakan di lapangan dengan cepat, mudah, murah dan cukup akurat. PUTK dirancang untuk mengukur kadar P, K, C-organik, pH dan kebutuhan kapur.


Prinsip kerja:
  • mengukur hara P, dan K tanah yang terdapat dalam bentuk tersedia secara semi kuantitatif. Penetapan P dan pH dengan metode kolorimetri (pewarnaan).
Kegunaan :
  • Hasil analisis P dan K tanah selanjutnya digunakan sebagai dasar penentuan rekomendasi pemupukan P dan K spesifik lokasi untuk tanaman jagung, kedelai dan padi gogo.
Spesifikasi :
  • satu paket bahan kimia dan alat untuk penetapan P, K, bahan organik, pH, dan kebutuhan kapur,
  • bagan warna P dan pH tanah; bagan K, kebutuhan kapur dan C-organik tanah,
  • Buku Petunjuk Penggunaan PUTK serta Rekomendasi Pupuk untuk jagung, kedelai dan padi gogo.
Info lain :
  • Satu kemasan alat PUTK dapat digunakan untuk analisa contoh tanah sebanyak ± 50 contoh. Jika dirawat dan ditutup dengan rapat segera setelah dipergunakan maka masa kadaluarsa bahan kimia yang ada dalam PUTK ini adalah 1-1,5 tahun. Jika salah satu atau beberapa pengekstrak dalam PUTK habis, Balittanah menyediakan isi ulangnya. Harga dari isi ulang tergantung dari jenis penetapannya.


Perangkat Uji Pupuk (PUP)






Perangkat Uji Pupuk (PUP) dapat membantu para petani, pengawas pupuk, dan pelaku pasar untu mengetahui kualitas pupuk secara cepat.

PUP adalah alat penetapan kadar hara pupuk aorganik secara cepat di lapagan. Alat ini merupakan penyederhanaan secara kualitatif dari analisis pupuk di laboratorium.


Manfaat:
  • Mengukur kadar hara N, P, dan K dalam pupuk anorganik secara cepat dan mudah,
  • Sebagai acuan dalam penghitungan jumlah hara N, P, dan K,
  • Untuk menghindari penggunaan pupuk yang tidak sesuai dengan kadar hara yang tercantum pada label
Prinsip Kerja:
  • Mengekstrak hara N, P, dan K dalam pupuk,
  • Mengukur kadar N, P, dan K dengan bagan warna/tabel, dan
  • Menetapkan kadar hara dalam pupuk.
Info lain :
  • Satu kemasan PUP dapat digunakan untuk analisis contoh pupuk sebanyak ± 50 sampel. Jika dirawat dan ditutup dengan rapat segera setelah dipergunakan maka masa kadaluarsa bahan kimia yang ada dalam PUP ini adalah sekitar 1 tahun.
  • Balittanah menyediakan isi ulang pereaksi paket PUP yang habis.
  • Harga dari isi ulang tergantung dari jenis penetapannya.






Jumat, 29 Juni 2012

Dataran Tinggi Gayo Produksi Kopi 6.000 Ton/Tahun

Aceh - Sabtu, 19 Mei 2012 00:04 WIB

Banda Aceh, (Analisa). Sebagai daerah penghasil kopi terbesar di Indonesia, Aceh mampu memproduksi kopi jenis arabika sebanyak 6.000 ton per tahun. Kopi tersebut berasal dari dua kabupaten di dataran tinggi Gayo, yakni Aceh Tengah dan Bener Meriah.
Project Manager International Organization for Migration (IOM), Konrad Clos mengatakan, sebagai daerah penghasil kopi arabika terbesar di Indonesia, setiap tahun nilai produksi kopi Aceh ini mencapai 300 juta hingga 500 juta dolar AS. "Ini merupakan jumlah yang luar biasa," ungkap Clos kepada sejumlah wartawan di Banda Aceh, Jumat (18/5).

Dikatakan, IOM selama ini aktif membina para petani kopi di dua daerah dataran tinggi Gayo tersebut, kiranya ke depan mereka juga perlu terus mendapat perhatian dari semua pihak mengingat kopi Gayo sudah dikenal oleh masyarakat dunia.

"Tidak hanya nasional, tetapi dunia sudah mengetahui tentang kopi Gayo," ungkap Clos sembari menambahkan, selama ini kopi yang dihasilkan petani Gayo terlebih dahulu dikirim ke Amerika dan baru kemudian dikirim ulang ke wilayah Indonesia untuk diproduksi.

Seharusnya ini tidak perlu terjadi jika daerah ini mampu memproduksi sendiri. Masyarakat Aceh harus bangga kepada kopi produksi oleh petani. Karenanya, masyarakat Aceh harus mendukung upaya yang dilakukan para produsen kopi seperti petani dan membelinya langsung dari mereka secara baik.

Melatih

IOM sendiri, lanjut Clos, melalui program Aceh-Economic Development Financing Facility (EDFF) juga melatih 1.000 petani kopi didataran Gayo mengenai pemahaman tentang Kopi. Sejauh ini sudah ada 1.000 petani kopi Gayo yang sudah dilatih dan menjalin kerjasama. Dalam kerjasamanya, mereka tidak menggunakan fasilitator dari luar wilayah.

"Kami memberikan pelatihan kepada 1.000 petani, kemudian mereka mentransfer ilmu yang mereka dapatkan ke para petani lainnya yang ada di wilayah tersebut," ujar Clos

Clos menambahkan, pelatihan yang dinamakan dengan sekolah lapang ini diadakan hanya untuk memberi materi tentang kopi. Selanjutnya para petani akan praktek langsung pada kebun kopi mereka. Kerjasama ini telah dilakukan IOM pada awal tahun 2011 dan akan berakhir Agustus 2012 mendatang.

Menurut Clos, mereka telah melakukan berbagai kegiatan yang diselenggarakan guna memberi pemahaman lebih kepada para petani kopi. Karena, kopi Gayo telah dikenal oleh nasional bahkan dunia sekali pun.

Diadakannya pemilihan miss kopi (putri kopi), diharapkan dapat meningkatkan profil kopi Aceh pada khususnya dan Indonesia umumnya. Sebagai contoh untuk memproduksi kopi yang berkualiatas baik sudah terwujud sekarang ini. (irn)

PRODUKSI KOPI: Weit!!! Yunan Siap Kalahkan Indonesia Lho

9 Juni 2012

DEHONG: Indonesia sepertinya tidak boleh terus berbangga dan menganggap sebagai salah satu pemasok kopi terbesar di Asia.

Pasalnya, industri kopi Provinsi Yunan, China bertekad menjadi pemasok kopi terbesar di pasar yang sama, bahkan mereka bertekad melangkahi Indonesia, juga Vietnam sekaligus.

“Hingga saat ini kopi dari Vietnam dan Indonesia merupakan yang terbesar di pasar Asia,” kata Ketua Asosiasi Industri Kopi Yunan, Xiangru Xiong di Mangshi City, Dehong, Jumat.

Xiangru menyebutkan, industri kopi di Yunan memiliki teknologi budi daya dan pengolahan kopi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan produksi dan pengolahan kopi.

Ia menyebutkan, produksi kopi di Provinsi Yunan saat ini mencapai sekitar 18 juta ton yang kemudian antara lain diolah di PT Hogood Coffee yang terletak Mangshi City, Wilayah Dehong, Provinsi Yunan.

Perusahaan tersebut menangani produksi kopi mulai dari perkebunan, pengolahan, kopi siap minum dalam kemasan dan produk-produk yang terkait dengan kopi seperti peralatan pembuatan kopi.

“Kami mengekspor kopi ke lebih dari 30 negara terdiri dari 11 negara di kawasan Eropa,” kata Xiangru Xiong yang juga Direktur Utama PT Hogood Coffee.

Selain itu, Yunan juga mengekspor kopi ke negara-negara Asia Tenggara dan Asia Selatan seperti Myanmar dan India.

Yunan merupakan salah satu provinsi di Yunan yang memiliki iklim yang cocok untuk pertanian dan perkebunan karena musim dingin yang pendek, curah hujan tinggi, dan banyak sinar matahari.

Yunan merupakan provinsi dengan jumlah spesies flora terbesar di China. Dari 30.000 sepesies flora di China, sebanyak 17.000 atau 62,9 persen dapat ditemukan di Yunan.

Yunan memiliki lebih dari 300 varietas yang dapat dipanen termasuk teh, karet, minyak palem, dan kopi.

Sebagian besar wilayah Yunan (94 persen) merupakan pegunungan hingga mencapai 6.740 meter di atas permukaan laut. Sementara enam persen merupakan lembah. Daerah terendah berada pada ketinggian 76,4 meter yang berbatasan dengan Vietnam, sehingga rata-rata ketinggian Provinsi Yunan 2.000 meter di atas permukaan laut.

Yunan juga merupakan provinsi yang memiliki danau terbesar di China. Terdapat 37 danau dengan luas di atas satu km persegi. Danau terbesar adalah Danau Dianchi dengan luas 306,3 km persegi dengan isi air tawar. Danau The Erhai Lake di Wilayah Otonom Dali Bai memiliki luas 250 km persegi, Danau Fuxian seluas 151,5 km persegi merupakan danau terdalam di Yunan. (Antara/sae) /jk

Cuaca Cerah, Bisnis Kopi Specialty Cerah

Jumat, 29/06/2012 | 11:51 WIB

JAKARTA - Kondisi cuaca yang terus membaik tahun ini, bakal mendongkrak produktivitas tanaman kopi, khususnya kopi specialty, seperti kopi gayo atau kopi luwak dan banyak lagi ragamnya.
Cuaca yang mendukung itu, membuat pengusaha kopi optimistis, produksi tanaman kopi akan meningkat tahun ini. Seperti yang dirasakan oleh PT Soegee Gayo Coffee dan PT Maharaja Coffee. Kedua produsen kopi specialty ini optimistis mampu mendongkrak produksinya tahun ini.

Namun begitu, Edi Susmadi, Presiden Direktur PT Soegee Gayo Coffee bilang, jumlah produksi kopi specialty masih terbatas, baru sekitar 20% dari total produksi kopi Indonesia yang mencapai 155.383 ton per tahun.

"Beda harga kopi arabika dengan kopi robusta saja bisa tiga kali lipat, apalagi dengan harga kopi specialty," kata dia, Kamis (27/6) dilansir kontan. Dia beri contoh; saat ini harga kopi robusta mencapai harga Rp 15.000 per kg, sedangkan harga kopi specialty mencapai Rp 45.000 per kg.
Dengan tingginya harga jual kopi specialty itu, Edi yakin, bisnis kopi specialty menjadi potensi bisnis yang paling menjanjikan. Menurutnya, permintaan kopi specialty bisa naik 10%. Kenaikan salah satunya karena makin menjamurnya pendirian kafe-kafe baik di dalam maupun luar negeri.

Dia menambahkan, kopi specialty sudah menjadi perhatian pengusaha Indonesia sejak tahun 2008 silam. Tahun lalu, perusahaan mengekspor kopi specialty jenis arabika sebanyak dua per bulan. Negara tujuan ekspor yaitu Amerika Serikat, Eropa, dan Korea Selatan. ktn 

Produksi Kopi di Jabar Terhambat Benih Unggul

http://www.inilahjabar.com/read/detail/1877496/produksi-kopi-di-jabar-terhambat-benih-unggul

INILAH.COM, Bandung - Jawa Barat memiliki kopi khas yakni kopi Preanger yang bercita rasa tinggi seperti halnya kopi Toraja atau Kintamani (Bali).

Namun, pengembangan kopi Jabar masih terkendala berbagai masalah klasik mulai dari benih yang belum masuk kategori varietas tahan hama hingga masalah pemasaran produk.

Kepala Bidang Produksi Perkebunan Dinas Perkebunan Jabar Hendi Jatnika mengatakan kopi merupakan salah satu komoditi unggulan karena memiliki harga jual tinggi. Namun, produksinya sedikit terhambat akibat belum menggunakan varietas unggul yang tahan terhadap hama dan penyakit.

“Kopi di Jabar masih terkendala berbagai masalah. Salah satunya, masih rendahnya penggunaan varietas unggul,” ujarnya kepada wartawan di ruang kerjanya Jalan PHH Mustopha, Kota Bandung, Jumat (29/6/2012).

Dia menjelaskan pengetahuan petani kopi di Jabar juga masih rendah terkait teknik budi daya kopi. Akibatnya, benih-benih kopi masih tergantung pada pasokan dari Jawa Timur.

Selain itu, tuturnya, para petani kopi di Jabar juga kurang mengetahui cara perawatan serta cara mengantisipasi hama/penyakit kopi. Padahal pemberian pupuk serta pencegahan penyakit menjadi hal mutlak agar produksi kopi bisa tetap tumbuh.

“Permasalahan-permasalahan itu membuat rata-rata produksi kopi di Jabar masih rendah,” katanya.[jul]