Jumat, 29 Juni 2012

PRODUKSI KOPI

2009 1.9ton
2010 1.9ton
2011 1.9ton





Produksi kopi Lampung Barat diperkirakan meningkat

http://www.antaranews.com/berita/302898/produksi-kopi-lampung-barat-diperkirakan-meningkat

Sabtu, 24 Maret 2012 10:50 WIB  


Ia menyebutkan, produksi kopi pada tahun ini di Lampung Barat diperkirakan rata -rata mencapai 1,5 ton per hektare.

Bandarlampung (ANTARA News) - Produksi kopi di Lampung Barat pada 2012 diperkirakan meningkat bila dibandingkan tahun lalu seiring tanamam itu saat ini tengah berbuah lebat dan menunggu panen raya.

"Kondisi cuaca pada 2011 tidak terlalu ekstrem dengan curah hujan sedang sehingga bakal buah tidak rontok dan tumbuh dengan bagus," kata Kepala Dinas Perkebunan Lampung Barat, Rusdi, saat dihubungi di Bandarlampung, Sabtu.

Ia menyebutkan, produksi kopi pada tahun ini di Lampung Barat diperkirakan rata -rata mencapai 1,5 ton per hektare.


Menurut dia, penurunan produksi tahun lalu akibat cuaca ekstrem pada 2010 berupa curah hujan tinggi sehingga banyak merontokkan buah biji kopi.

Ia mengatakan, luas areal tanaman kopi di Lampung Barat mencapai 60.000 hektare yang dibudidayakan sekitar 45 kepala keluarga (KK) petani.

"Produksi kopi di Lampung Barat sekitar 40 ribu-60 ribu ton per tahun," kata dia.

Kepala Dinas Perkebunan itu mengatakan lebih lanjut, tanaman kopi di daerah itu sangat dominan dan menjadikan salah satu pendapatan masyarakat setempat.

Provinsi Lampung hingga sekarang masih menjadi pengahsil kopi robusta terbesar di Indonesia.

Setiap tahunnya tidak kurang dari 130.000-140.000 ton biji kopi dihasilkan dari 135.477 hektare lahan yang tersebar di sentra-sentra perkopian.

Sementara disisi ekspor, provinsi yang berada di ujung selatan Pulau Sumatera ini mengapalkan sekurangt-kurangnya 150.000-200.000 ton biji kopi per tahun yang dikirim ke berbagai negara konsumen seperti Jepang, Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Tahun ini Produksi Kopi Arabika Naik 7,9 Persen

http://www.tribunnews.com/2012/06/24/tahun-ini-produksi-kopi-arabika-naik-79-persen
Tribunnews.com - Minggu, 24 Juni 2012 11:31 WIB


TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK

Departemen Pertanian AS memprediksi, tingkat produksi kopi dunia akan naik 7,2% ke rekor tertinggi. Tingkat produksi kopi tertinggi dipimpin oleh Brazil dan Vietnam.

Hasil riset  menunjukkan, tingkat produksi kopi dalam 12 bulan yang dimulai 1 Oktober akan naik menjadi 148 juta kantong dari sebelumnya 138 juta dibanding tahun sebelumnya. Catatan saja, satu kantong memiliki berat 60 kilogram atau 132 pounds.

Data yang sama juga menunjukkan, produksi kopi arabika akan naik 7,9% menjadi 88,1 juta kantong. Sedangkan produksi kopi robusta akan melonjak 7% menjadi 59,8 juta.

Sementara, ekspor kopi dunia akan meningkat 6,4% menjadi 115,3 juta kantong dan tingkat konsumsi kopi akan meningkat 2% menjadi 141,7 juta.

Convert lb to kg

 1 lb adalah pund (ukuran berat)

1 Kg = 2,2lb
1 lb = 0,45kg

Kamis, 28 Juni 2012

BADAN LITBANG DEPTAN

Unit Kerja ini berada di bawah: Lembaga Riset Perkebunan Indonesia

Kepmen No. 143/Kpts/LB.310/2/2008 Tahun 2008

http://www.litbang.deptan.go.id/regulasi/one/18/

Tentang:Penunjukkan Lembaga Riset Perkebunan Indonesia (LRPI) untuk melaksanakan penelitian di Bidang Perkebunan Mendukung Revitalisasi Perkebunan Indonesia Pembenihan Tanaman 
Mulai Berlaku:18 Pebruari 2008
Ringkasan:Revitalisasi perkebunan Indonesia merupakan program pemerintah yang bertujuan meningkatkan ekspor komoditi perkebunan perlu didukung sepenuhnya, termasuk diantaranya melalui inovasi teknologi di bidang perkebunan. Mentri Pertanian menunjuk Lembaga Riset Perkebunan Indonesia (LRPI) Melaksanakan kegiatan Penelitian dan Pengembangan Komoditas Kelapa Sawit, Karet, Teh, Kina, Tebu dan Gula, Kopi dan/atau Kakao dalam mendukung Revitalisais Perkebunan Indonesia.

Rabu, 27 Juni 2012

Penurunan Produksi Naikkan Harga Kopi

JAKARTA, KOMPAS.com —  Pada penutupan perdagangan di bursa ICE Futures, Rabu (28/3/2012), harga kopi arabika mengalami peningkatan. Harga kopi arabika masih melanjutkan kenaikan yang terjadi pada sesi perdagangan sebelumnya.

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi melaporkan, kenaikan harga kopi arabika berjangka juga terjadi di tengah kekhawatiran mengenai penurunan produksi di Brasil.
Kondisi cuaca yang sangat dingin berpotensi mengakibatkan kerusakan tanaman. Brasil merupakan negara penghasil kopi arabika terbesar di dunia. Panen kopi arabika kemungkinan hanya mencapai 7,5 juta sampai 7, 8 juta kantong (1 kantong 60 kilogram).

Panen tersebut menunjukkan penurunan sebesar 12 persen dibandingkan tahun 2011 yang mencapai 7,81 juta kantong dan merupakan tingkat terendah sejak tahun 1976.
Curah hujan tahun lalu juga merusak tanaman berbunga dan menyebabkan peningkatan penyakit tanaman di Kolombia, di mana pada saat tersebut kondisi panen belum pulih benar karena cuaca basah yang mereduksi output hingga 32 persen di tahun 2009.

Pada bulan Februari produksi kopi arabika Kolombia mengalami penyusutan hingga 571.000 kantong dari 764.000 kantong tahun sebelumnya. Tahun ini Brasil akan memproduksi 55 juta kantong kopi yang meningkat dari tahun lalu sebesar 48 juta kantong kopi.

Sementara itu, harga kopi di Bandar Lampung diperdagangkan pada harga Rp 18.936 per kg. Harga menurun Rp 70 per kg jika dibandingkan perdagangan hari sebelumnya yang diperdagangkan pada Rp 19.006 per kg. Akan tetapi, jika dibandingkan dengan harga pada 2 Januari, harga kopi di Bandar Lampung menurun Rp 149 per kilogram atau turun 0,7 persen.