Sabtu, 04 Juni 2011

Fair Trade Coffee by USA

http://www.transfairusa.org
http://www.ethicalcoffee.net/



Fair Trade, organisasi yang akan membeli produk di atas standard harga kopi dunia dan memberikan insetif kepada pelaku industri seperti petani akses kepada para buyer secara langsung terlepas dari kritik tentang sistem yang kemudian berkembang lagi menjadi Diret Trade



About fair trade USA, Who We Are
Fair Trade USA, a nonprofit 501(c)3 organization, is the leading third-party certifier of Fair Trade products in the United States. Fair Trade USA audits and certifies transactions between U.S. companies and their international suppliers to guarantee that the farmers and workers producing Fair Trade Certified goods are paid fair prices and wages, work in safe conditions, protect the environment and recieve community development funds to empower and uplift their communities. Fair Trade USA educates consumers, brings new manufacturers and retailers into the Fair Trade system, and provides farmers with tools, training and resources to thrive as international businesspeople. Fair Trade USA is a member of Fairtrade Labelling Organizations International (FLO).
Tentang Kami Fair Trade Amerika Serikat, nirlaba 501 (c) 3 organisasi, adalah pengesah pihak ketiga terkemuka produk Fair Trade di Amerika Serikat. Fair Trade Amerika Serikat audit dan menyatakan transaksi antara perusahaan-perusahaan AS dan pemasok internasional mereka untuk menjamin bahwa petani dan buruh memproduksi barang Fair Trade Certified dibayar harga yang adil dan upah, bekerja dalam kondisi yang aman, melindungi lingkungan dan menerima dana pengembangan masyarakat untuk memberdayakan dan mengangkat komunitas mereka. Fair Trade Amerika Serikat mendidik konsumen, membawa produsen baru dan pengecer ke dalam sistem Fair Trade, dan menyediakan petani dengan peralatan, pelatihan dan sumber daya untuk berkembang sebagai pebisnis internasional. Fair Trade Amerika Serikat adalah anggota Fairtrade Pelabelan Organisasi Internasional (FLO).

Vision Statement
We seek to empower family farmers and workers around the world, while enriching the lives of those struggling in poverty. Rather than creating dependency on aid, we use a market-based approach that empowers farmers to get a fair price for their harvest, helps workers create safe working conditions, provides a decent living wage and guarantees the right to organize. Through direct, equitable trade, farming and working families are able to eat better, keep their kids in school, improve health and housing, and invest in the future. Keeping families, local economies, the natural environment, and the larger community strong today and for generations to come; these are the results we seek through Fair Trade.
We aim to channel more of the opportunities and benefits of globalization to the underprivileged farming and working families who today are being left behind.
Protecting the environment goes hand-in-hand with protecting the future livelihoods of local communities. The Fair Trade model requires rigorous protection of local ecosystems and ensures that farmers receive a harvest price, which will allow them to practice sustainable agriculture. We encourage farmers to transition to organic agriculture because it is safer for farm workers, healthier for consumers and better for the environment. Ultimately, we help farming families become the best stewards of their land.
As Americans become increasingly concerned about the state of the world and look for opportunities to use their power in the marketplace to make a positive difference, we seek to provide an avenue for consumers to vote with their dollar. As we educate and inspire more and more consumers, we hope to be a force for change.
We believe the rise of the Conscious Consumer will cause a fundamental shift in the way companies do business and create a historic opportunity to reward companies that embrace sustainability.
We envision a day when Fair Trade products are readily available in stores across the country, when U.S. consumers can choose a "Fair Trade Lifestyle" and shop responsibly in every product category. This vision requires an inclusive approach to new products and stakeholders. For us, Fair Trade is not just a market; it is also a social movement that brings strength, hope and real choice to the world's consumers. Companies should not have to choose between social responsibility and the bottom line. We envision Fair Trade as a new global business model that helps industry secure its own profitability and competitiveness while it protects the environment and ensures a fair return to farmers and workers. We help industry forge long-term partnerships throughout the supply chain so companies can both obtain the highest quality products and support disadvantaged producer communities. In our effort to reach consumers throughout the nation, we choose to collaborate with companies of all types and sizes, from mission-driven organizations and family-owned businesses to transnational corporations. As we raise the bar for best practices in global trade and production, we aspire to remain the Gold Standard label for social, economic and environmental sustainability.
Mission
Fair Trade USA enables sustainable development and community empowerment by cultivating a more equitable global trade model that benefits farmers, workers, consumers, industry and the earth. We achieve our mission by certifying and promoting Fair Trade products.
Our Values
Empowerment: We believe in empowerment and freedom of choice as means to a better world.
Integrity: We strive to always act ethically and we value relationships built on honesty, mutual respect and trust.
Sustainability: We engage in sustainable solutions to global problems that affect the earth and its people.
Innovation: We transform the world through entrepreneurial creativity and lead by example.
Excellence: We believe that quality of life, work and performance are critical to achieve our mission.
Personal Development: Strong organizations rely on strong individuals. We encourage and support each other to realize our fullest potential, and will thereby strengthen our internal community.
Community: We value our global and internal communities' diversity of perspectives, and know that each may hold a piece of the solution. We collaborate and partner for mutual success.
Fairness: We work to create opportunities and extend the benefits of globalization to all people, everywhere.
Impact: We build positive solutions that achieve meaningful social and environmental change in the world.
Pernyataan Visi Kami berusaha untuk memberdayakan keluarga petani dan buruh di seluruh dunia, sementara memperkaya kehidupan mereka berjuang dalam kemiskinan. Daripada menciptakan ketergantungan pada bantuan, kami menggunakan pendekatan berbasis pasar yang memberdayakan petani untuk mendapatkan harga yang adil atas hasil panen mereka, membantu para pekerja menciptakan kondisi kerja yang aman, memberikan upah kehidupan yang layak dan jaminan hak untuk berorganisasi. Melalui langsung, perdagangan adil, pertanian dan keluarga yang bekerja mampu makan lebih baik, menjaga anak-anak mereka di sekolah, meningkatkan kesehatan dan perumahan, dan berinvestasi di masa depan. Menjaga keluarga, ekonomi lokal, lingkungan alam, dan masyarakat yang lebih besar hari ini yang kuat dan untuk generasi yang akan datang, ini adalah hasil yang kita cari melalui Fair Trade. Kami bertujuan untuk menyalurkan lebih banyak kesempatan dan manfaat globalisasi pada pertanian kurang mampu dan keluarga yang bekerja yang saat ini sedang tertinggal. Melindungi lingkungan berjalan di tangan-tangan dengan melindungi masa depan mata pencaharian masyarakat lokal. Model Fair Trade memerlukan perlindungan ketat dari ekosistem lokal dan menjamin bahwa petani menerima harga panen, yang akan memungkinkan mereka untuk mempraktekkan pertanian berkelanjutan. Kami mendorong petani untuk transisi ke pertanian organik karena lebih aman bagi para pekerja pertanian, sehat bagi konsumen dan lebih baik bagi lingkungan. keluarga akhirnya, kami membantu pertanian menjadi pengelola terbaik tanah mereka. Sebagai orang Amerika menjadi semakin khawatir tentang keadaan dunia dan mencari kesempatan untuk menggunakan kekuasaan mereka di pasar untuk membuat perbedaan positif, kami berusaha untuk memberikan jalan bagi konsumen untuk memberikan suara dengan dolar mereka. Seperti yang kita mendidik dan mengilhami lebih banyak konsumen dan lebih, kami berharap dapat menjadi kekuatan untuk perubahan. Kami percaya kebangkitan Konsumen Sadar akan menyebabkan perubahan mendasar dalam cara perusahaan melakukan bisnis dan menciptakan peluang bersejarah untuk penghargaan bagi perusahaan yang merangkul keberlanjutan. Kami membayangkan hari ketika Fair Trade produk banyak tersedia di toko-toko di seluruh negeri, ketika konsumen AS dapat memilih "Fair Trade Lifestyle" dan toko bertanggung jawab dalam setiap kategori produk. Visi ini membutuhkan pendekatan yang inklusif untuk produk baru dan stakeholder. Bagi kami, Fair Trade bukan hanya pasar, melainkan juga merupakan gerakan sosial yang membawa kekuatan, harapan dan pilihan nyata untuk konsumen di dunia. Perusahaan tidak harus memilih antara tanggung jawab sosial dan garis bawah. Kami membayangkan Fair Trade sebagai model bisnis baru global yang membantu industri mengamankan profitabilitas dan daya saing sendiri sementara melindungi lingkungan dan memastikan kembali adil untuk petani dan pekerja. Kami membantu industri menjalin kemitraan jangka panjang di seluruh rantai pasokan baik sehingga perusahaan dapat memperoleh produk dengan kualitas tertinggi dan dukungan masyarakat produsen yang kurang beruntung. Dalam upaya kami untuk menjangkau konsumen di seluruh bangsa, kita memilih untuk bekerja sama dengan perusahaan dari semua jenis dan ukuran, dari organisasi misi-driven dan bisnis milik keluarga untuk perusahaan transnasional. Seperti yang kita meningkatkan standar untuk praktik terbaik dalam perdagangan global dan produksi, kami bercita-cita untuk tetap Standar Emas label untuk keberlanjutan sosial, ekonomi dan lingkungan. Misi Fair Trade Amerika Serikat memungkinkan pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat dengan mengembangkan model perdagangan global yang lebih adil keuntungan petani, pekerja, konsumen, industri dan bumi. Kami mencapai misi kami dengan yang menyatakan dan mempromosikan produk Fair Trade. Nilai kami Pemberdayaan: Kami percaya pada pemberdayaan dan kebebasan pilihan sebagai sarana untuk dunia yang lebih baik. Integritas: Kami berusaha untuk selalu bertindak secara etis dan kami hubungan nilai yang dibangun di atas kejujuran, saling menghormati dan kepercayaan. Keberlanjutan: Kami terlibat dalam solusi berkelanjutan untuk masalah global yang mempengaruhi bumi dan orang-orangnya. Inovasi: Kami mengubah dunia melalui kreativitas kewirausahaan dan memimpin dengan memberi contoh. Keunggulan: Kami percaya bahwa kualitas hidup, kerja dan kinerja sangat penting untuk mencapai misi kami. Pengembangan Pribadi: organisasi yang kuat bergantung pada individu yang kuat. Kami mendorong dan mendukung satu sama lain untuk mewujudkan potensi kita sepenuhnya, dan dengan demikian akan memperkuat komunitas internal kami. Komunitas: Kami menghargai keanekaragaman masyarakat kita global dan internal perspektif, dan tahu bahwa setiap dapat memegang sepotong solusi. Kami berkolaborasi dan mitra untuk sukses bersama. Keadilan: Kami bekerja untuk menciptakan peluang dan memperluas manfaat dari globalisasi bagi semua orang, di mana-mana. Dampak: Kami membangun solusi positif yang mencapai perubahan sosial dan lingkungan yang berarti di dunia.

 


Fair Trade USA’s goal is to make your experience creating and selling Fair Trade products as successful as possible.
Fair Trade USA partners with you throughout your journey.

If you already sell Fair Trade products, then look to the right to see what resources are available to you.
If you are interested in selling Fair Trade products, please browse the appropriate product page and then contact us once you’re ready to get started.
Contact Us
Developing and launching products
Identifying ingredient / product sources
Market and production information for our products
Social media and PR support for launch
Growing your business
Point of Sale materials
Partner companies
Stories of impact by producer
Maintaining certification
Online product database
Partner Portal
Fair Trade Producer, Exporter, and Trader lists, including FLO IDs and contact information, are now located in the Resources Tab of the Partner Portal.


Tujuan Fair Trade Amerika Serikat adalah untuk membuat pengalaman Anda membuat dan menjual produk-produk Trade Fair sesukses mungkin. Fair Trade USA bermitra dengan Anda sepanjang perjalanan Anda.
Jika Anda sudah menjual produk Fair Trade, kemudian melihat ke kanan untuk melihat apa sumber daya yang tersedia untuk Anda.
Jika Anda tertarik menjual produk Fair Trade, silahkan browse halaman produk yang sesuai dan kemudian menghubungi kami setelah Anda siap untuk memulai.
Hubungi Kami Untuk:Mengembangkan dan meluncurkan produk Mengidentifikasi bahan / produk sumber Pasar dan informasi produksi untuk produk kami Media sosial dan dukungan PR untuk peluncuran Mengembangkan bisnis Anda Point bahan Penjualan Mitra perusahaan Cerita dampak oleh produsen Mempertahankan sertifikasi Online database produk Partner Portal Fair Trade Produsen, Eksportir, dan daftar Trader, termasuk FLO ID dan informasi kontak, sekarang terletak di Tab Sumber Daya Portal Mitra.  



Label Products
Long respected in business tradition, third-party certification provides a credibility advantage in today’s increasingly sensitive business climate. According to a GlobeScan Study, 73% of consumers that are aware and familiar with the Fair Trade Certified label also trust it.
The Fair Trade Certified™ label ensures consumers that the farmers and workers behind the product got a better deal. It is more than a certification stamp and more than a seal of approval. It reassures consumers that their purchases are socially and environmentally responsible. It is the end result of a rigorous global inspection and monitoring system.
Label Produk 
Long dihormati dalam tradisi bisnis, sertifikasi pihak ketiga memberikan keuntungan kredibilitas dalam iklim usaha yang semakin sensitif saat ini. Menurut sebuah studi GlobeScan, 73% dari konsumen yang sadar dan akrab dengan Fair Trade Certified label juga mempercayainya. 
Fair Trade Certified ™ label memastikan konsumen bahwa petani dan pekerja di belakang produk memperoleh kesepakatan yang lebih baik. Hal ini lebih dari stempel sertifikasi dan lebih dari meterai persetujuan. Hal ini meyakinkan konsumen bahwa pembelian mereka secara sosial dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Ini adalah hasil akhir dari pemeriksaan global yang ketat dan sistem pemantauan.

Certification & Your Business
Our certification gives consumers the confidence that every purchase has a real impact in farmers’ lives.

The Fair Trade certification model is designed and audited to ensure equitable trade practices at every level of the supply chain. To earn a license from Fair Trade USA to use the Fair Trade Certified™ label on their products, companies must buy from certified farms and organizations, pay Fair Trade prices and premiums and submit to a rigorous supply chain audits. This process entails a high level of transparency and traceability in their global supply chains. Today, our partner companies range from small, mission-driven coffee roasters to some of the largest transnational corporations in the world.Sertifikasi & Bisnis Anda
Sertifikasi kami memberikan kepercayaan konsumen yang membeli setiap memiliki dampak nyata dalam kehidupan petani. 

Fair Trade model sertifikasi dirancang dan diaudit untuk menjamin praktek-praktek perdagangan yang adil di setiap tingkat rantai pasokan. Untuk mendapatkan lisensi dari Fair Trade Amerika Serikat untuk menggunakan Fair Trade Certified ™ label pada produk mereka, perusahaan harus membeli dari peternakan bersertifikat dan organisasi, membayar harga Fair Perdagangan dan premi dan menyerahkan ke audit rantai pasokan yang ketat. Proses ini memerlukan tingkat tinggi transparansi dan traceability dalam rantai persediaan global mereka. Saat ini, perusahaan mitra kami mulai dari kecil, pembakar kopi misi-didorong untuk beberapa perusahaan transnasional terbesar di dunia.



CSR Kopi, Keadilan untuk siapa ?




Para petani di Pangalengan, Bandung Selatan mungkin sering tergoda tawaran untuk menjual tanahnya kepada para developer yang menjanjikan pembayaran cukup tinggi. Ketimbang berkutat menjadi petani kopi tanpa kemajuan yang berarti, mengapa tidak menjadikan hasil penjualan tanah mereka untuk usaha lain yang lebih produktif. Beberapa petani mungkin sudah menempuh cara tersebut, setidaknya itu yang dikatakan oleh mereka saat saya berbincang di Bandung saat berlangsungnya event Indonesia Barista Competition wilayah kota ini. Bukankah ada “Fair Trade” yang menjamin pembelian kopi di atas harga pasar” tanya saya? Petani hanya tersenyum sambil bali bertanya “naon  per tred itu ?

Jargon tanggung jawab sosial merupakan fenomena yang terjadi di awal tahun 90an khususnya di Amerika dan negara-negara Eropa serta bukan hanya terbatas pada industri kopi saja. Terdapat gelombang kesadaran terutama di kalangan konsumen, penggiat HAM, lembaga swadaya masyarakat, hingga organisasi perburuhan yang bergerak secara bersamaan menjadi pressure group yang  ditujukan kepada perusahaan-perusahaan multinasional. Banyak alasan mereka bergerak secara simultan dengan target perusahaan-perusahaan besar untuk menyampaikan agenda yang mereka usung dengan tema : keadilan, sustainability, upah yang layak bagi para buruh, serta memaparkan kasus-kasus pelanggaran HAM yang dilakukan oleh korporasi. Intinya mereka menyampaikan kasus-kasus corporate greed atau ketamakan perusahaan multinasional dalam melakukan eksploitasi khususnya di negara-negara dunia ketiga, terlepas apakah tuduhan itu benar (sebagian) atau perlu penyelidikan lebih lanjut. Mereka menuntut perusahaan besar bahwa sudah waktunya mereka melakukan doing good kepada komunitas setelah mengeruk keuntungan dari bisnis yang mereka lakukan. Kira-kira, itulah tuntutan yang selalu mereka suarakan.

Di dunia kopi, Starbucks merupakan langganan yang sering mereka jadikan target demonstrasi , sedangkan di bidang bisnis retail atau apparel brand seperti Adidas, Nike, Gap, terutama pada event akbar seperti pertemuan negara-negara G8 atau sidang WTO. Mengapa hanya perusahaan besar ? Jawabnya, sexy untuk pemberitaan di media, ketimbang demo pada usaha kecil yang namanya tidak dikenal oleh publik. Itu salah satu alasan dan strategi mereka dalam menyampaikan pesan-pesan kepada khalayak.

Tentu saja bagi perusahaan besar yang namanya dikait-kaitkan dalam pemberitaan negatif harus memberikan respon agar namanya tidak dijauhi oleh konsumen. Pemberitaan negatif juga bisa berdampak pada kepercayaan para pemegang saham/investor yang mempengaruhi harga-harga saham mereka. Jangan lupa, aliansi konsumen khususnya di Amerika selain punya lobi kuat di pusat-pusat pengambilan keputusan, mereka juga sangat kohesif sehingga perusahaan besar sebisa mungkin selalu menghindari konfrontasi frontal dengan mereka. Berbeda dengan di negeri kita di mana konsumen belum apa-apa sudah harus berhadapan dengan klausul “barang yang sudah dibeli tidak bisa ditukar apalagi dikembalikan”. 

Nah, berangkat dari usaha untuk meredam protes dan kampanye negatif yang dilakukan secara masif oleh lembaga watchdog tersebut, maka dimulailah upaya untuk “menjawab” tantangan tersebut. Kode Etik Bisnis yang dulunya hanya sebatas etika, mulai dibuat secara lebih komprehensif oleh perusahaan multinasional. Istilah Corporate Social Responsibility, Corporate Governance, Tripple Bottom Line, dan seabreg jargon lainnya mulai akrab di telinga publik. Mereka mulai mencantumkan prasyarat ketat terhadap rekanan bisnis untuk mematuhi beberapa standard yang diakui secara internasional. Standard tersebut misalnya berisi beberapa aspek yang berkaitan dengan isu :  kepedulian terhadap lingkungan, peruburuhan, dan kondisi kerja. Bahasa awamnya,

Intinya, Anda sebagai pemilik perkebunan kopi bisa sah sebagai rekanan perusahaan P&G, Kraft atau Nestle bila telah memenuhi standard etika bisnis yang mereka tentukan. Ide dasarnya seperti itu. Artinya perusahaan multinasional bisa meyakinkan kepada lembaga penggiat HAM, LSM, dan siapa saja yang berkepentingan dengan isu-isu pembangunan di negara dunia ketiga, bahwa produk yang mereka beli sudah memenuhi standard kepatutan etika bisnis internasional.

Pertanyaan dasarnya, siapa yang bisa menjamin bahwa pemasok sudah memenuhi standard etika bisnis ? Banyak perusahaan yang mempunyai tim audit sendiri yang melakukan pemeriksaan secara menyeluruh kepada para pemasok. Bagi yang tidak punya kapasitas untuk menerjunkan tim nya ke lapangan, banyak perusahaan assessor atau penilai yang menyediakan jasa melakukan pekerjaan untuk melakukan pemeriksaan kepada pemasok. Dalam industri kopi ada  Rainforest Alliance, yang auditnya dilakukan oleh Sustainable Agricultural Product, lalu ada Utz Certified Good Inside,  Bird Friendly sebuah lembaga konservasi yang bernaung di bawah Migratory Bird Center. Terakhir tentu saja ada audit yang dilakukan oleh  Fair Trade, organisasi yang akan membeli produk di atas standard harga kopi dunia dan memberikan insetif kepada pelaku industri seperti petani akses kepada para buyer secara langsung terlepas dari kritik tentang sistem yang kemudian berkembang lagi menjadi Diret Trade seperti yang dilakukan oleh roaster Intelligentsia &  Counter Culture di Amerika yang tidak akan saya bahas di sini.
Di atas kertas konsep yang dikembangkan dengan sistem audit untuk mendapatkan label “kelayakan berbisnis” para pemasok dalam hal ini adalah petani kopi dengan melakukan perbaikan  standard lingkungan atau konservasi, kondisi kerja, dan prasyarat lainnya bermuatan positif. Tentu sah2 saja untuk meningkatkan kehidupan dan kualitas produk kopi dengan memenuhi persyarakatan sesuai dengan standard internasional. Akses ke pasar dunia akan terbuka lebar bila petani kopi sudah bisa menempelkan label “kodok hijau” bahwa lahan pertaniannya sudah lulus ujian dari audit yang dilakukan oleh SAN (Sustainable Agricultural Product). 

Bagaimana kenyataan di lapangan ? Perlu penelitian yang komprehensif, tapi dari ratusan atau sejumlah lahan pertanian kopi di Indonesia hanya belasan yang mendapatkan sertifikasi dari  SAN, tapi saya tidak tahu berapa jumlah yang sudah lulus audit untuk Fair Trade dan lembaga pemeriksa lainnya. Tapi setidaknya sedikitnya jumlah pengusaha kopi yang lulus sertifikasi sedikitnya memberikan gambaran bahwa tidak mudah untuk memenuhi standard internasional, terutama bagi kalangan petani kecil.
Audit itu mahal dan memakan waktu yang lama, bukan hanya satu dua hari, tapi berbulan-bulan. Auditor akan datang, memeriksa, memberikan daftar perbaikan dan solusinya, pemasok melakukan perbaikan, auditor datang lagi untuk memeriksa, bila hasilnya sudah memenuhi standard prosesnya akan berhenti, tapi bila masih ada kekurangan, mereka akan terus datang untuk memastikan bahwa pemasok mengikuti pedoman bisnis yang sudah ditentukan. Siapa yang membayar biayanya ? Pada prakteknya buyer akan meminta pemasok membayar seluruh biaya, tapi ada juga yang ditanggung bersama, atau ditanggung pembeli, tergantung perjanjian.

Di atas saya menyatakan bahwa audit itu mahal, begini ilustrasinya. Salah satu prasyarat adalah memberi upah living wage kepada para pekerja, sebuah stadard pembayaran yang jauh di atas upah minimum. Bagi perusahaan pemasok besar mungkin hal itu bisa dipenuhi, lalu bagaimana dengan petani atau koperasi kecil ? Lalu siapa yang akan menjamin bahwa mereka akan terus membayar upah secara rutin secara benar ? Berapa kali per tahun auditor akan memeriksan ulang kepatuhan pemasok? bagaimana bila lokasinya jauh di pegunungan ? Belum lagi isu konservasi seperti penangan air. Kompleks bukan ?
Lansekap politik ekonomi selalu menarik untuk ditelisik, tapi juga harus terbuka untuk dikritisi guna perbaikan sistem yang sebenarnya berniat untuk membangun kehidupan yang lebih baik khususnya pelaku industri seperti para petani. Bukankah itu tujuan awal berbagai program ini bermunculan? Jangan sampai berbagai sistem audit justru mematikan kesempatan mereka untuk mendapatkan akses ke pasar internasional. Biaya audit yang mahal (Social Accountability 8000 misalnya bertarif 12.500 US$) bisa jadi merupakan faktor keengganan pemasok untuk disertifikasi karena belum apa-apa sudah harus mengeluarkan biaya besar tanpa ada jaminan kelulusan apalagi mendapatkan order dari buyer. 

How fair is fair ? Jawaban itu mungkin bisa terjawab manakala petani kopi dari Pangalengan di atas sudah bisa mendapatkan kebebasan untuk menjual komoditasnya dengan harga pantas dan bisa bernegoisasi serta memilih partner bisnisnya tanpa tekanan pihak lain.

cikopi.com

Jumat, 03 Juni 2011

Hukum Halal dan Haram Kopi Luwak

Dr KH Ahmad Munif Suratmaputra MA


Kopi luwak kini tengah gencar dipromosikan. Mungkin, pembaca termasuk penggemarnya yang suka menikmati kelezatannya. Apakah kopi luwak itu? Bagaimana hukum mengonsumsinya? Tulisan ini akan mengkajinya dari kacamata hukum fikih. Kopi luwak adalah kopi yang telah dipilih dan dimakan oleh binatang luwak. Luwak memilih buah kopi yang mempunyai tingkat kematangan yang sempurna berdasarkan rasa dan aroma, mengupasnya dengan mulut, lalu menelan lendir yang manis serta bijinya.

Biji kopi yang masih terbungkus kulit pembalut yang keras/kulit tanduk (semacam tempurung dalam kelapa) tidak hancur dalam pencernaan luwak. Sistem pencernaan luwak yang kondusif membuat biji kopi yang keluar bersama feses/kotoran luwak masih utuh terbungkus kulit. Pada saat biji kopi berada dalam pencernaan luwak, terjadi proses fermentasi secara alami selama kurang lebih 10 jam. Prof Massiomo Marcone seorang guru besar dari Kanada menyebutkan bahwa fermentasi pada percernaan luwak ini menjadikan kopi berkualitas tinggi. Selain berada pada suhu fermentasi optimal 24-26 derajat C, juga dibantu oleh enzim dan bakteri yang berada di pencernaan luwak tersebut.

Apakah biji kopi yang keluar dari perut luwak bersama kotorannya itu hukumnya halal dikonsumsi? Bukankah ia telah tercampur dengan najis, yaitu feses luwak? Untuk mengkaji masalah ini, fuqaha’ telah mengkajinya ratusan tahun yang silam. Dalam menghukumi apakah kopi luwak itu halal atau haram, kajian fikih mengawalinya dari paradigma atau sebuah pertanyaan, apakah kopi yang berada di dalam pencernaan luwak yang kemudian keluar bersama fesesnya itu najis atau mutanajjis?

Apabila biji kopi yang keluar bersama kotoran luwak itu dihukumi najis, kopi luwak itu jelas tidak halal/haram dikonsumsi. Namun, apabila status biji kopi yang keluar dari perut luwak itu dihukumi mutanajjis (hanya bersentuhan najis), biji kopi itu dapat disucikan dengan air mutlak dan halal untuk dikonsumsi. Tentu, setelah melalui proses dibersihkan kulitnya, digongso/digoreng, dan dilembutkan menjadi bubuk kopi.

Nah, bagaimana pandangan fikih terhadap masalah ini? Dalam buku-buku fikih, disebutkan bahwa biji-bijian yang keluar bersama kotoran atau muntah hewan itu dihukumi mutanajjis, dengan catatan biji-bijian itu keras, masih utuh, tidak berubah, yang indikasinya apabila biji-bijian itu ditanam, bisa tumbuh. Biji-bijian tersebut bisa menjadi suci karena dicuci dan halal dimakan. Namun, apabila biji-bijian itu telah berubah, dihukumi najis.

Dalam kitab Fathul Mu’in dengan syarah I’anah ath-Thalinin juz I, disebutkan bahwa apabila ada hewan memuntahkan biji-bijian atau keluar dari perutnya bersama fesesnya, lalu biji-bijian itu keras, masih utuh sehingga kalau ditanam bisa tumbuh; biji-bijian itu pun statusnya mutanajjis, tidak najis. Biji-bijian itu menjadi suci dengan cara dicuci dan halal dimakan.

Hal yang sama disebutkan dalam kitab Majmu’ Syarah Muhazzab juz II karya Imam Nawawi pada bab najis. Dengan demikian, apabila kopi luwak yang keluar dari perut luwak bersama kotorannya tersebut masih dalam kondisi utuh dan dipastikan tidak ada kotoran luwak yang merembes ke biji kopi tersebut; kopi luwak itu hanya mutanajjis (terkena /bersentuhan najis) sehingga bisa menjadi suci dengan cara dicuci dengan air mutlak. Hal ini akan membuat hilang ketiga macam sifatnya (warna, rasa, dan bau najis/feses luwak).

Dalam hal ini, penulis pernah bertanya kepada Koordinator Tenaga Ahli LPPOM MUI, Dr Khaswar Syamsu, salah seorang dosen IPB. Beliau mengatakan bahwa kopi yang keluar bersama kotoran luwak itu ketika ditanam memang dapat tumbuh. Hal yang sama dinyatakan oleh salah seorang petani kopi luwak.

Apabila kita telah yakin terhadap hal ini, kita dapat menjadikan jawaban itu sebagai pedoman untuk isbat al-Hukm asy-Syar’i (menetapkan hukum Islam) atau berfatwa. Kita tidak perlu lagi mengundang ahlinya. Namun, apabila kita belum yakin dengan hal tersebut, kita perlu mengundang ahlinya untuk meyakinkan. Hal ini dilakukan agar fatwa yang dikeluarkan benar-benar berdasarkan ilmu dan kebenaran.

Apabila biji kopi itu benar-benar masih utuh dan tidak berubah, statusnya sebagai barang suci yang terkena najis/mutanajjis, bukan najis. Ia akan menjadi suci dan halal setelah dicuci dengan air mutlak dengan menghilangkan tiga sifatnya (rasa, bau, dan warna). Hal ini sejalan dengan kaidah hukum Islam, Wal-Aslu Baqau Ma Kana ‘ala Ma Kana. Yang artinya, “Pada dasarnya, segala sesuatu itu dihukumi sesuai dengan hukum asalnya (yang telah ada padanya).”

Sebelum terkena najis, kopi itu jelas suci dan halal. Dengan demikian, setelah terkena najis, ia dapat disucikan dan hukumnya tetap halal. Kita juga dapat berargumentasi dengan qiyas/analogi, yaitu di-qiyas-kan dengan cincin yang tertelan, kemudian keluar bersama feses manusia. Cincin itu statusnya mutanajjis, dapat suci kembali setelah dicuci.

http://jualkopiluwak.web.id

Kamis, 02 Juni 2011

Hario Water Dripper




www.cikopi.com

Metode kopi yang diseduh dengan air dingin atau cold brew bagi sebagian orang memang menabrak kaidah dan tetap berpendapat bahwasanya rasa dan aroma kopi akan lebih intense jika saja diseduh dengan air panas. Saya serahkan perdebatan itu kepada ahlinya, karena di rumah saya sudah tiba alat Hario Water Driper Clear dan siap untuk dijajal. Jadi selain Filtron Cold Brew yang sudah saya tulis beberapa waktu lalu, kini giliran Hario yang metodenya hampir sama, dengan perbedaan pada beberapa fitur yang bisa dilihat pada foto-foto  di bawah ini.




Di pasaran dijual dengan kisaran harga 2.8 juta dan Anda akan mendapatkan seperangkat peralatan cold brew termasuk filter kertas yang bisa dicuci kembali. Saya dan juga Anda tentunya selalu mengagumi kualitas produk mereka, tapi, to the people in Hario factory, would you please make manual in plain English, as we are not magician (sometimes though), in order not to break this expensive toy ! Ini ganjalan yang sudah banyak dikeluhkan, namun rupanya orang-orang pabriknya belum mendengar keluhan yang sebenarnya mudah diakomodasi. Saat memasang Water Dripper ini, saya cuma bersandar pada foto yang sudah jadi di kemasan kotaknya seperti ini :



Langkah-langkah yang saya lakukan setelah menggiling kopi (medium to coarse) sebanyak 30 gram adalah :
  • Letakan plunger pada middle chamber (ini hanya istilah yang saya gunakan saja), yang bentuknya seperti french press karena ada plunger.
  • Masukan kopi yang sudah digiling
  • Tuang air dingin sekedar untuk membasahi (pre-wet), aduk hingga rata (pada Filtron cold brew kita tidak harus melakukan pre-wet terlebih dahulu)
  • Pasang filter kertas di atas bubuk kopi.




  • Pastikan kran air terkunci rapat.
  • Tuang air dengan rasio 10 gram kopi untuk 150ml air, jadi saya menggunakan 450 ml air untuk 30 gram kopi. Rasio kopi dan air berbeda untuk selera setiap orang, kalau terasa agak pekat, tinggal tambah air saja.
  • Tutup water chamber, supaya tetap higienis.
  • Buka keran pelan-pelan dan biarkan air menetes, persis seperti cairan infus. Saat pertama mencoba air sudah habis mengalir dalam waktu dua jam saja. Karena kurang afdhol saya ubah dengan memperkecil aliran air melalui keran dan untuk selanjutnya kita bisa memperkirakan berdasarkan cepat-lambatnya tetesan air.
  • Biarkan alat ini “menyeduh” kopi dengan tetesan air dingin hingga beberapa jam ke depan.





Moment of truth :



Filtron dan Cody dalam manualnya menyertakan beberapa resep untuk kopi hasil cold brew sebagai frappe, tapi Anda juga bisa mencobanya sendiri dengan campuran sirup, fresh milk, es, atau bahan lain yang bisa Anda coba sendiri. Sepertinya, cold brew memang lebih nikmat untuk dijadikan sebagai bahan dasar minuman seperti yang saya buat.

* * * *











Dimana Bisa Membeli Produk Bialetti?

PT AUTOACCINDO JAYA
Jl. Cideng Barat No. 7
Jakarta 10140 - Indonesia
Phone +62-21-6332730, 6332869, Fax. +62-21-6322886, 6344617
email: info [at] autoaccindo [dot] com

Branches

BANDUNG
Jl. BKR No. 61
Bandung - Indonesia
Phone: +62-22-5204114, Fax.: +62-22-5204114

henry.autoaccindo@gmail.com

http://www.coffeeshopz.com

http://bialetti-onlineshop.blogspot.com/

Rabu, 01 Juni 2011

Moka Pot Maknyos!

bialetti3

Ini tulisan kedua (tulisan pertama Ngopi ala Alfonso Bialetti) mengenai alat kopi yang punya istilah banyak, caffettiera (Itali), Moka/Stove Pot, dan Espresso Pot. Apapun istilahnya alat sudah ada sejak tahun 1933 sejak Alfonso Bialetti mematenkan alat ini di Itali dan perusahaannya mendulang sukses akan penemuannya. Di Jakarta saya belum pernah menemukan barangnya, kecuali di sebuah swalayan alat2 pertukangan Eletronic City SBCD Sudirman Jakarta. Sayang barangnya tidak lagi saya temukan lagi setidaknya  untuk memenuhi harapan pembaca blog ini.  Pembaca yang menjadi pemasok alat ini boleh meninggalkan komen di sini untuk mempromosikan alat ini karena saat ini hanya Chandra Kurnia dari Sarang Kopi tempat saya membeli alat ini seharga 125 ribu.


BIALETTI2

Alat sederhana ini hanya terdiri dari tiga bagian penting yakni kontainer air di bagian paling bawah, filter kopi, dan terakhir adalah tempat kopi yang sudah jadi. Prosesnya sederhana dimana tekanan yang dihasilkan dari sumber panas akan membuat air menekan bubuk kopi di bagian filter. Air yang tertekan ke atas kemudian menyatu dengan kopi dan meneruskan proses ini menjadi kopi yng cukup pekat.

bialetti4

Alat buatan Bialetti yang saya posting terdahulu menggunakan elemen pemanas dengan tenaga listrik, sedangkan yang di foto ini harus di panaskan dengan kompor gas atau listrik. Karena dasarnya yang kecil maka perlu ditempatkan dudukan khusus agar Moka Pot ini bisa berdiri tegak apabila menggunakan kompor gas.
Proses pembuatan kopi dengan menggunakan alat ini untuk sebagian orang terasa agak merepotkan dibanding dengan cara seduh biasa. Namun demikian, bagi anda yang ingin menghasilkan kopi yang bisa membuat “termehek-mehek” alat ini bisa jadi alternatif dibanding mesin espresso yang harganya mahal itu. Kualitas alat yang saya beli tentu cukup lumayan walau masih jauh dengan produk asli dari Bialetti. Maklum karena harga produk Bialetti bisa berkisar antara 600-700 ribu saat saya membelinya ditahun 2004.
Sekali lagi, bagi siapa saja yang menjadi pemasok alat ini bisa meninggalkan pesan di sini karena blog ini terbuka bagi siapa saja yang ingin mempromosikan segala sesuatu hal yang berkaitan dengan kopi.


Cikopi.com

Apa Itu Kopi Luwak ?

Luwak (Paradoxurus hermaphrodirus) termasuk carnivora dan menyukai buah-buahan terutama kopi.  
Luwak mengkonsumsi buah kopi (cherries) sebagai pakan tambahan secara naluri sangat pemilih, 
hanya mengkonsusi buah kopi yang superior (bernas, matang, seragam) serta mempunyai aroma khusus.

Buah kopi yang dikonsumsi diproses melalui sistem pencernaan dan tidak tercerna 
karena masih berkulit keras (kulit tanduk) namun mengalami proses fermentasi dalam saluran cerna, 
kemudian dikeluarkan dalam bentuk kotoran berupa gumpalan biji kopi utuh bercampur lendir.  

Biji Kopi Luwak tersebut dibersihkan dengan metode double washer sehingga bebas najis, 
terdapat perubahan warna menjadi lebih kuning dan memiliki aroma khas berbeda dengan kopi non-fermentasi, 

    selanjutnya mengalami processing sebagaimana pengolahan biji kopi lainnya.

http://malabarcoffee.blogspot.com