Senin, 15 Oktober 2012

SMK PERTANIAN PEMBANGUNAN (SMK PP) NEGERI TANJUNGSARI




Kurikulum

Kompetensi Keahlian:
1. Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura
2. Agribisnis Tanaman Perkebunan
3. Penyuluhan Pertanian
4. Agribisnis Perikanan


Menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang mengacu ke Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Muatan KTSP meliputi sejumlah mata pelajaran yang keluasan dan kedalamannya merupakan beban belajar bagi peserta didik pada satuan pendidikan. Di samping itu materi muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri termasuk ke dalam isi kurikulum. Mata pelajaran beserta alokasi waktu untuk masing-masing tingkat satuan pendidikan berpedoman pada struktur kurikulum.

Pengembangan Kurikulum mendistribusukan substansi nilai/karakter yang ada pada SKL secara kognitif, afektif, dan pengalaman pada semua mata pelajaran

A. Normatif
1. Pendidikan Agama Islam                         
2. Pendidikan Kewarganegaraan   
3. Bahasa Indonesia
4. Pend. Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan
5. Seni Budaya



B. Adaptif
1. Matematika                                                             
2. Bahasa Inggris                                                       
3. Kimia
4. Biologi
5. Fisika
6. Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi
7. Kewirausahaan

C. Produktif
Kompetensi Keahlian : Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura      
1.     Manajemen Agribisnis                              
2.     Teknologi Produksi Tanaman Hortikultura                                 
3.     Teknologi Produksi Tanaman Pangan                 
4.     Perlindungan Tanaman.
5.     Alat dan Mesin Pertanian
6.     Teknologi Pasca Panen
7.     Pertamanan     

Kompetensi Keahlian : Agribisnis Tanaman Perkebunan   
1. Manajemen Agribisnis      
2. Tek.Prod.Tan. Perkebunan Tahunan    
3. Tek.Prod. Tan. Perkebunan Semusim                               
4. Perlindungan Tanaman.     
5. Alat Mesin Pertanian  
6. Teknologi  Pascapanen     
7. Pertamanan     
8. Tanah dan Pemupukan    

Kompetensi Keahlian : Penyuluhan Pertanian
1. Manajemen Agribisnis
2. Ilmu Pertanian                                              
3. Ilmu Perkebunan                                                     
4. Ilmu Peternakan                                          
5. Pembangunan Masyarakat Pedesaan 
6. Dasar-Dasar Penyuluhan 
7. Teknik Komunikasi 
8. Media Penyuluhan
9. Metode dan Teknik Penyuluhan
10. Programa dan Evaluasi Penyuluhan    


Kompetensi Keahlian : Agribisnis Perikanan     
1.     Manajemen Agribisnis       
2.     Dasar-Dasar Budidaya Ikan      
3.     Pengelolaan Kualitas Air     
4.     Keteknikan Budidaya Perikanan     
5.     Teknologi Pakan      
6.     Teknologi Pembenihan Ikan    
7.     Teknik Pemeliharaan      
8.     Kesehatan Ikan    
9.     Teknologi Pascapanen
Sarana
  1. Ruang Kelas, Aula, Perpustakaan, Laboratorium IPA, Laboratorium Bahasa, Laboratorium Komputer, Laboratorium Pascapanen, Bengkel Latih, Hatchery, Screen House, Kolam, Kandang Ternak, Lahan Praktik, dan Kebun Koleksi;
  2. Perumahan Dinas, Mesjid, Ruang Kegiatan Siswa;
  3. Sarana Olah Raga: Lapangan Sepak Bola, Bulu Tangkis, Voli, Basket, Tenis Lapangan, Tenis Meja;
  4. Asrama;
Penyerapan Lulusan 
  • PNS 20%
  • TNI/Polri 5%
  • Perusahaan Swasta 15%
  • Magang Luar Negeri 5%
  • Melanjutkan Kuliah 20%

Prestasi Siswa dan Guru Tahun 2009 s.d. 2011
A.        Siswa

No.
Prestasi
Tahun
Penyelenggara
1.
Juara II Lintas Alam XXII Putra se Jawa
2009
Kabupaten Sumedang
2.
Juara III Bola Volley Putri SLTA dalam rangka HUT RI Ke – 64
2009
Kecamatan Tanjungsari
3.
Juara I Lomba Karya Tulis Pertanian ”Cinta pertanian” WAPEMALA
2009
IPB
4.
Juara II Lomba Cerdas Cermat
2009
UNPAD
5.
Juara I Pelajar Putri Lomba Lintas lembah dan Bukit
2009
UNPAD
6.
Juara I Lomba K-3 Perkemahan Bhakti Saka Wirakartika Daerah Jawa Barat
2010
Kwarda Jawa Barat
7.
Juara III Cerdas Cermat Perkemahan Bhakti Saka Wirakartika Daerah Jabar
2010
Kwarda Jawa Barat
8.
Juara III Stand Pameran Perkemahan Bhakti Saka Wirakartika Daerah Jabar
2010
Kwarda Jawa Barat
9.
Juara I Keindahan Tenda Pangkalan SMA Perkemahan Terpadu 2010 Kwaran Tanjungsari
2010
Kwaran Tanjungsari
10.
Juara I memasak pangkalan SMA Perkemahan Terpadu Kwaran Tanjungsari
2010
Kwaran Tanjungsari
11.
Juara II Lomba Karya Inovasi Siswa Tingkat Nasional
2010
Kementerian Pertanian
12.
Juara I Kabaret Tingkat SMA se Bandung Timur dan Tanjungsari
2011
Ikopin Jatinangor
13.
Juara II Yel-yel Tingkat SMA se Bandung Timur dan Tanjungsari
2011
Ikopin Jatinangor
14.
Juara III Lomba Penyuluhan Pertanian Tingkat Nasional
2011
Kementerian Pertanian
15.
Juara III Lomba Wydia Karya Tingkat Nasional
2011
Kementerian Pertanian
16.
Juara I Pameran Tingkat Nasional
2011
Kementerian Pertanian


B.        Guru

No.
Prestasi
Tahun
Penyelenggara
1.
Juara III Lomba Penulisan Karya Ilmiah Guru Tingkat Nasional a.n. Rohaendi,SP
2009
Kementerian Pertanian
2.
Juara Harapan III Lomba Penulisan Karya Ilmiah Guru Tingkat Nasional a.n. Supendi, SP
2009
Kementerian Pertanian
3.
Juara I Lomba Penulisan Karya Ilmiah Guru Tingkat Nasional a.n. Ir.Agus Bahtiar dan Ir.Ujang Dinar,MP
2010
Kementerian Pertanian
4.
Juara II Lomba Penulisan Karya Ilmiah Guru Tingkat Nasional a.n. Ir.Tuti Sunaryati, MP
2010
Kementerian Pertanian
5.
Juara III Lomba Penulisan Karya Ilmiah Guru Tingkat Nasional a.n. Dadang Sumardi, SP.,MP
2010
Kementerian Pertanian

Jl. Raya Bandung-Sumedang Km.29 Tanjungsari 45362
 Tel.(022)7911050 Fax.(022)7914284

Minggu, 14 Oktober 2012

Lelang Kopi Spesialti Indonesia II Digelar di Surabaya

Surabaya- Lelang kopi spesialti kembali digelar di Indonesia untuk yang kedua kalinya. Setelah sebelumnya dilaksanakan di Bali, Asosiasi Kopi Spesial Indonesia (AKSI) atau Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) menggelar lelang di Surabaya.

Ketua Umum Lelang Kopi Spesialti Indonesia, Syafrudin mengatakan, lelang kopi dilakukan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas kopi Indonesia. "Dengan kualitas yang semakin baik, tentu harga akan meningkat dan akhirnya taraf hidup petani kopi juga akan membaik," ujar Syafrudin kepada wartawan di Surabaya, Jumat (12/10).

Dalam lelang kopi spesialti kali ini diikuti 65 sample dari 33 peserta. Dari 65 sample tersebut disaring menjadi 25 sample kopi spesialti yang terbagi menjadi 15 macam kopi arabica, enam macam luwak arabica, tiga macam kopi spesialti robusta dan satu macam kopi spesialti luwak robusta.
Setelah dilakukan cupping atau pengujian cita rasa mengikuti standar Specialty Coffee Association of America (SCAA) atau Coffee Quality Institute (CQI), hanya 22-28 lot saja yang akan dilelang pada 14 Oktober 2012 mendatang. Setiap lot berukuran minimal 600 kg untuk Arabica dan Robusta. Sedangkan untuk kopi Luwak hanya 10-15kg.

Sebelumnya, pada 13 Oktober, 12 juri Internasional dari Amerika Serikat, Australia, Taiwan, Korea dan Meksiko, dua juri dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Kopi dan Kokoa Indonesia serta Q Graders (Pencicip kopi Arabica) dan R Grades (Pencicip Kopi Robusta) Indonesia.

Harga yang digunakan adalah harga berdasarkan pasar New York yang ditutup pada 13 Oktober 2012 ditambah premium. Pembeli dengan harga tertinggi merupakan pemenang lelang.

Melalui acara lelang ini, diharapkan dapat memperkenalkan beraneka ragam kopi spesialti Indonesia terbaik kepada pembeli lokal dan Internasional.

Dalam lelang kopi spesialti pertama, peraih harga lelang tertinggi adalah Kopi Arabica Atu Lintang, Gayo-Aceh Tengah. Harga tertinggi di acara ini yaitu 10 dollar AS per kg yang berarti 40% lebih tinggi dari harga penutupan New York di hari sebelumnya. Nilai cupping yang diberikan oleh 23 juri internasional dan lokal adalah 85 dan merupakan nilai tertinggi saat itu.

Kopi spesialti sendiri adalah kopi berkualitas tinggi, tanpa cacat primer dan bila diseduh akan memberikan cita rasa yang khas.

http://www.centroone.com

Rabu, 10 Oktober 2012

Wings Food ‘Bermain’ Kopi

Setelah sebelumnya sukses melakukan ekspansi di minuman rasa buah dengan ale-alenya, kini Wings Food mencoba bermain dipasar minuman serbuk kopi. Dengan mengeluarkan TOP kopi susu gula. Minuman serbuk yang diproduksi oleh PT. Harum Alam Segar ini merupakan perpaduan antara bubuk kopi robusta dengan arabica.
Sebelumnya Wings Food juga sudah mengeluarkan minuman serbuk rasa buah dengan brand Jas-Jus
13381835091721325166
sumber:forum.detik.com

Serta minuman serbuk pencegah panas dalam bermerek Segar Dingin.
13381828761484521634
tvconair.com
Pangsa pasar minuman serbuk memang cukup menjanjikan disamping margin keuntungannya yang cukup menggiurkan. PT. Forisa dengan minuman serbuk teh sisri dan pop icenya bisa membangun pabrik yang besar dalam tempo yang tidak terlalu lama. PT. Forisa memulai usahanya hanya dengan dua mesin packing dan menyewa sebuah ruko dikawasan Cengkareng Jakarta Barat.
Wings Food dengan skala nasional dan jaringan distribusi yang luas serta registerd outlet yang banyak tentu tergiur untuk masuk dan bermain di pasar yang cukup menjanjikan ini. Saat ini pasar minuman serbuk kopi instan dikuasai oleh tiga brand, Nescape untuk segmen menengah atas serta Torabika dan Kapal api untuk menengah bawah. Torabika saat ini yang lebih gencar mengeluarkan item-item baru. Walapun Kapal api juga tidak mau kalah dengan mengeluarkan Grande Java Latte.
1338182975989660445
TOP Robusta Arabica Blend / Koleksi Pribadi

Tidak tanggung-tanggung Wings Food berani memberikan bonus “beli 2 gratis 1” untuk tahap awal launching produk kopi susu TOP-nya. Menurut seorang teman rasanya tidak berbeda jauh dengan Grande Java Latte-nya Kapal api. Sementara menurut beberapa grosir yang saya temui selling out produk ini masih slow.
Bagaimana kiprah selanjutnya TOP kopi susu, waktu yang akan menjawabnya nanti!?

Dataran Tinggi Gayo, Potongan Tanah Surga untuk Kopi Arabica


134876867632547936

KOPI yang sekarang dikenal sebagai minuman populer di seluruh penjuru dunia awalnya hanya tumbuh di Afrika, tepatnya di Ethiophia. Sebuah legenda masyhur tentang penemuan Kopi sebagai minuman adalah cerita tentang Kaldi seorang pengembala kambing yang menyaksikan kambing peliharaannya terlihat sangat gembira setelah memakan buah dari sejenis tanaman perdu yang berwarna merah ketika sudah matang. Kaldi kemudian mencoba merebus buah ini dan meminumnya, dia merasakan sensasi yang menyenangkan. Belakangan, mulai ditemukan cara yang lebih nikmat dalam mengkonsumsi kopi.
Dalam waktu yang lama kopi menjadi minuman istimewa yang hanya dikonsumsi para raja dan kaum bangsawan. Dari mana kopi di dapat menjadi rahasia yang ditutup rapat. Belakangan kopi mulai keluar dari Afrika dan menjadi minuman favorit para bangsawan dan orang kaya di Eropa. Tapi saat itu asal-usul kopi masih misteri, yang orang tahu bahwa tata niaga kopi sepenuhnya dikuasai oleh para pedagang Arab. Dari sinilah muncul istilah KOPI ARABICA. Pada saat itu tentu saja harga kopi demikian mahal, dan banyak orang dari penjuru dunia yang tergiur untuk terlibat di bisnis komoditas ini, tapi para pedagang arab menutup rapat rahasia asal-usul komoditasnya yang sangat berharga itu.
13487689062094360899

Pada akhir abad ke 19, seorang pedagang Belanda berhasil mencuri bibit kopi dari saudagar Arab di sebuah Pelabuhan di Yaman yang bernama Mocha. Oleh si Belanda, bibit kopi yang dicuri itu dibawa ke wilayah koloni negaranya, Jawa, tepatnya di lereng pegunungan Ijen di bagian ujung timur pulau ini. Ternyata kopi tumbuh subur di sana. Dan dengan itu berakhirlah monopoli Arab pada komoditas Kopi, Belanda kini jadi pemain baru. Sejak saat itu tidak hanya Arabica yang dikenal dalam istilah kopi, tapi juga muncul istilah JAVA untuk menyebut minuman kopi, kadang istilah ini dipadukan dengan Mocha, menjadi Mocha Java. Ini merujuk pada Kopi Jawa yang berasal dari bibit yang dicuri Belanda di Mocha. Sekarang istilah JAVA ini menjadi lebih terkenal lagi ketika seorang programmer pecandu kopi mengabadikannya menjadi nama sebuah program komputer dengan logo secangkir kopi hangat yang mengepulkan asap.

Dari Jawa kopi mulai tersebar ke seluruh penjuru dunia. Awalnya Kopi dari Jawa dibawa ke Perancis untuk diteliti dan dimuliakan di pusat pengembangan tanaman di Perancis. Dan lagi-lagi seorang perancis yang memiliki tanah di koloni negara itu di Amerika Selatan berhasil mencuri tanaman ini, dan mengembangkannya di sana dan kemudian Amerika Selatan pun menjadi produsen kopi terbesar di dunia hingga hari ini. Akhirnya Kopi menjadi komoditas dunia yang konon sekarang merupakan komoditas perdagangan terbesar kedua di dunia setelah Minyak.

Awalnya, Belanda menanam kopi di semua tempat. Tapi ternyata mutu kopi tersebut tidak sama di semua tempat. Melalui riset Belanda menemukan bahwa kopi yang tumbuh di dataran tinggi mutunya lebih baik dibanding kopi yang ditanam di dataran rendah. Belakangan diketahui, ini terjadi karena kopi yang ditanam di dataran rendah, terlalu cepat matang karena diakibatkan hawa panas sehingga bijinya menjadi ringan karena belum cukup banyak nutrisi yang diserap dari tanah. Lebih parah lagi, pada tahun 30-an, hampir semua perkebunan kopi milik Belanda di Jawa hancur akibat terserang hama karat daun. Riset kembali dilakukan, akhirnya ditemukan fakta bahwa di wilayah tropis yang dekat dengan khatulistiwa, tanaman kopi hanya bisa tumbuh dengan baik di daerah dengan ketinggian di atas 800 meter. Masalahnya, di Jawa dan seluruh koloni Belanda di Hindia, tidak banyak daerah yang memenuhi syarat itu (Belakangan ditemukan spesies kopi lain yang tahan hama karat daun dan bisa tumbuh di dataran rendah, jenis kopi ini kemudian dikenal dengan nama Kopi Robusta, berasal dari kata ROBUST yang kurang lebih berarti tangguh, tapi sayangnya spesies kopi ini kurang disukai para peminum kopi di eropa).

Pada awal abad ke-20, Belanda menaklukkan Aceh. Meskipun secara de jure sebenarnya Belanda tidak pernah benar-benar menaklukkan Aceh. Tapi secara fakta, sejak awal abad ke-20 Belanda lah yang menjadi penguasa memerintah dan menjadikan Aceh sebagai koloninya. Di Aceh Belanda menemukan sebuah dataran tinggi luas yang dikenal dengan nama Tanoh Gayo, terletak di jantung wilayah ini, yang berdasarkan riset yang mereka lakukan ternyata sangat cocok untuk ditanami Kopi. Dan dari sinilah keajaiban itu bermula.

Di Tanoh Gayo, Belanda membangun basis pemerintahannya di Takengen yang terletak tepat di tepi danau Laut Tawar yang permukaannya ada di ketinggian 1250 Mdpl. Belakangan kota ini berkembang menjadi pusat ekonomi dan pemerintahan dan menjadi kota terbesar di Tanoh Gayo. Perkebunan kopi pertama yang dikembangkan Belanda di daerah yang bernama Belang Gele yang terletak tidak jauh dari Kota ini. Sampai hari ini, daerah ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi terbaik di Tanoh Gayo. Dari Belang Gele, Kopi tersebar ke segala penjuru Tanoh Gayo yang berhawa dingin.

Ketika pada tahun 1945, Belanda hengkang. Seperti yang terjadi di pulau Jawa, segala aset mereka termasuk perkebunan kopi tinggal di Gayo. Tapi berbeda dengan di Jawa yang operasional perkebunannya dilanjutkan oleh perusahaan pemerintah dan pekerjanya tetap dipekerjakan di Jawa. Di Gayo, yang terjadi berbeda.

Setelah Belanda hengkang, kebun-kebun kopi yang tertinggal dibagi-bagikan kepada masyarakat setempat, terutama yang sebelumnya bekerja di sana.

Seperti di Jawa, pasca revolusi fisik pemerintah Indonesia terkadang menghadiahkan perkebunan kopi peninggalan Belanda tersebut kepada para petinggi militer sebagai penghargaan atas jasa dan perjuangan mereka. Contohnya seperti perkebunan Kali Klatak di Banyuwangi, perkebunan kopi seluas 1300 hektar yang dulunya milik Belanda dihadiahkan oleh Pemerintah Indonesia kepada seorang perwira militer bernama Suhud. Di Gayo pun begitu, sebuah perkebunan milik Belanda beserta Pabriknya yang terletak di desa Bandar Lampahan (kini masuk wilayah administratif Bener Meriah), tepat di kaki gunung berapi aktif Burni Telong, dihadiahkan oleh pemerintah kepada seorang perwira militer asal Gayo bernama Ilyas Leubee yang di masa revolusi fisik menyabung nyawa di medan perang Medan Area. Tapi berbeda dengan Suhud, Ilyas Leubee tidak mengambil hadiah itu untuk dirinya sendiri. Ilyas Leubee yang kini telah almarhum, membagikannya kepada masyarakat sekitar dan tidak melanjutkan pengelolaan kebun itu, sehingga pabrik peninggalan Belanda itupun terbengkalai dan menjadi besi tua sampai sekarang.

Mendapati bahwa ternyata tanaman Kopi sangat menguntungkan. Para petani yang tidak kebagian kebun kopi pun, mulai menanami lahan-lahan kosong di sekitarnya dengan tanaman kopi, sehingga saat ini terdapat sedikitnya 90 ribu hektar perkebunan kopi di dataran tinggi Gayo yang sekarang dipisahkan menjadi dua kabupaten. Ini menjadikan dataran tinggi Gayo sebagai produsen kopi Arabica terbesar tidak hanya di Indonesia, tapi juga Asia.

Karena kebun kopi di Gayo dikelola oleh petani individual dengan rata-rata kepemilikan lahan maksimum 2 hektar. Karakter kopi Gayo menjadi sangat beragam, sudahlah jenis tanah dan ketinggian tumbuh yang berbeda bahkan terbilang ekstrim. (Tanah Vulkanis di Lukup Sabun, Bandar lampahan, Simpang Balik dan wilayah Bener Meriah lainnya dan bukan vulkanis di Jagong Jeget, Batu Lintang dan sekitarnya. Ketinggian sekitar 700-an Mdpl di Singah Mulo, sampai 1500-an Meter di Lukup Sabun). Varietas kopi yang ditanam pun berbeda-beda, mulai dari Bourbon sampai Catimor dengan aneka ragam variasinya. Belum lagi kita bicara penanganan pasca panen.

Semua ini menjadikan Kopi Gayo sebagai kopi yang sangat unik dalam pandangan para pecinta kopi dunia. Rasa kopi Gayo tidak pernah stabil tapi skor-nya selalu di atas rata-rata. Dan ajaibnya belakangan ditemukan, segala perbedaan ekstrim yang ada di Tanoh Gayo ini, membuat segala macam rasa khas kopi istimewa Dunia ada di Tanoh Gayo. Rasa khas Kopi Kintamani, Sulawesi bahkan sampai Kolombia dan Kenya pun bisa ditemukan di tanah ajaib ini. Keajaiban seperti yang ada di Gayo, tidak dapat ditemukan di sentra produksi kopi manapun di planet Bumi.

Seperti Bordeaux yang merupakan surga yang dihadiahkan Tuhan bagi para pecinta anggur, ternyata Tuhan pun sudah menghadiahkan Gayo bagi para pecinta kopi di dunia.

Bedanya, kalau Bordeaux mendapat apresiasi tinggi di Perancis sana, baik dari warga maupun pemerintahnya. Gayo, saat ini masih sedang berjuang mendapat apresiasi yang sangat layak didapatkannya, meskipun sekarang belum sampai ke tahap itu.
Wassalam
Win Wan Nur

Kopi Sigarar Utang yang Mendunia

Ketika memasuki daerah Tapanuli mungkin anda akan disuguhi pemandangan kebun kebun kopi disepanjang jalan . ”sigarar utang ” nama salah satu jenis kopi yang menjadi sumber penghasilan masyarakat di Tapanuli Utara . Mungkin nama ini asing bagi anda yang bukan berasal dari latar belakang budaya batak. “sigarar utang” sendiri berasal dari bahasa batak toba .Yang bila diartikan ke bahasa indonesia memiliki arti “pembayar hutang” dimana konon hasil penjualan dari kopi ini sering digunakan untuk melunasi hutang - hutang petani . Agak unik memang , tapi itu lah nama yang diberikan orang batak di tapanuli untuk menamai jenis kopi ini . Bila ditelusuri lebih lanjut , kopi ini merupakan jenis kopi arabika yang tumbuh subur didaerah pegunungan dengan ketinggian 700 - 1700 m dpl . Ya kopi jenis ini memang sangat cocok ditanami di daerah beriklim dingin seperti di Tapanuli.
Di Tapanuli Utara sendiri , para petani banyak yang menggantungkan hidup dari bertani kopi .Banyak diantara para petani yang awalnya bertani padi beralih menjadi petani kopi . Fenomena ini terjadi kurang lebih 10 tahun belakangan ketika hasil dari bertani kopi dirasa sangat menguntungkan oleh para petani termasuk mungkin kedua orang tua saya .Orang tua saya sendiri setelah mengakhiri profesi  sebagai “abdi negara” memutuskan untuk mengurusi lahan kosong yang ada di desa kami . Lahan yang sudah lama di telantarkan, dan lama tak terurus . Hasilnya tentu sangat bisa saya rasakan saat ini, biaya kuliah saya saat ini merupakan hasil dari kopi sigarar utang ini .Mungkin judulnya sekarang adalah “kuliah sian kopi ” ( kuliah dari kopi ) .
Saya sendiri juga sebenarnya sudah banyak mengetahui  seluk beluk kopi ini , meskipun sebenarnya saya hanya menangani “finishing” nya saja . biasanya saya menangani panen , penggilingan , pengeringan sampai pada penjualan .Yang paling menyenangkan sebenarnya adalah saat penjualan dimana rasa lelah seakan hilang ketika sudah memagang uang hasil penjualan kopi tersebut .
Kopi jenis ini merupakan jenis kopi yang masa panen nya cukup singkat . Dalam waktu 2 minggu kopi ini sudah dapat dipanen .setelah dipanen akan dilakukan penggilingan untuk membuang kulit luar kopi .Setelah digiling lalu dilakukan proses pengeringan dengan menjemur kopi di bawah sinar matahari .
Penggilingan kopi
Gambar di atas merupakan mesin penggilingan kopi tradisional yang sampai sekarang masih membuat saya penasaran tentang siapa sebenarnya yang pertama kali menciptakan mesin penggiling kopi ini .Apakah orang batak yang menciptakan ? karena sepengetahuan saya alat ini hanya bisa ditemui di daerah sidikalang , Dairi .
Kopi kering siap jual
Setelah kering kopi ini biasanya langsung dijual ke Koperasi penampungan kopi . Untuk di daerah saya sendiri biasanya kami menjual nya ke sebuah perusahaan pengekspor kopi . PT. Sumatera Speciality Coffe, nama perusahaan yang berdiri kalo tidak salah pada tahun 2008 silam.
PT.SSC sendiri berlokasi di Desa Silangit , Kecamatan Siborong-borong , Tapanuli Utara . PT.SSC mampu menampung kopi kering petani dari Taput , Tobasa , Humbahas dan juga kabupaten Dairi .Menurut informasi yang saya dapatkan dari hasil googling di internet, perusahaan ini merupakan rekanan Starbuck Coffe.Sebuah jaringan kedai kopi terbesar di dunia yang berpusat di seattle , Washington. Starbuck sendiri menjual kopi “kelas atas” ini dengan nama “Starbuck Black Apron Exclusive” Sangat membanggakan sekali melihat bagaimana kopi hasil petani batak ini bisa dinikmati oleh banyak kalangan di seluruh dunia.Starbucks sendiri mengakui kalau kopi sigarar utang memiliki cita rasa yang tinggi dan mengakui kalau kopi sigarar utang merupakan kopi terbaik di dunia .
Mungkin gambar dari website Starbucks dibawah ini bisa membuktikan bagaimana kopi sigarar utang telah merambah kedai kopi starbucks di America .
Black apron ex
Jadi anda tak perlu membayar mahal untuk dapat menikmati kopi ini . Anda cukup datang saja ke Tapanuli mencari kedai-kedai kopi di pinggir jalan dan anda bisa menikmati cita rasa kopi terbaik di dunia .
Horas…